Aliran Ilmu Kalam Khawarij

  1. Sejarah Timbul Dan Berkembang Kaum Khawarij

Kaum khawarij terdiri dari pengikut ‘Ali bin Ibn Thalib yang meninggalkan barisan karena tidak setuju dengan sikap ‘Ali yang menerima arbitrase sebagai jalan menyelesaikan persengketaan tentang khalifah dengan Mu’awiyah Ibn Abi Sufyan. Nama Khawarij berasal dari kata kharaja خرج)) yang berarti keluar. Karena mereka keluar dari barisan ‘Ali. Namun, ada yang berpendapat bahwa nama itu didasarkan atas ayat 100 an Nisa karena kaum khawarij dianggap sebagai orang yang meninggalkan rumah dari kampung halamannya untuk mengabdi kepada Allah dan Rosul-Nya.

Ada yang menyebut diri mereka Syurah yang berasal dari kata Yasyri (menjual) karena mereka adalah orang yang sedia mengorbankan diri untuk Allah. Nama lain yang diberikan adalah Haruriah dari kata Harura desa yang terletak di dekat Kuffah, Irak terjadi pada abad ke 7.. Ditempat inilah sebanyak 12 ribu orang berkumpul setelah memisahkan diri dari ‘Ali. Kemudian mereka memilih Abdullah Ibn Abi Wahb Al Rasidi menjadi Imam sebagai ganti’Ali. Dalam pertempuran dengan pasukan ‘Ali mereka mengalami kekalahan besar tapi ‘Abd al-Rahman Ibn Muljam berhasil membunuh ‘Ali.

Penentangan pasukan ini terhadap ‘Ali diawali ketika ‘Ali menerima tipu muslihat ‘Amr bin Ash untuk mengadakan arbitrase. Dalam keadaan dilema, karena ada yang setuju dan tidak tentang hal ini. Dan terpecahlah pasukan ‘Ali jadi dua kelompok. Kelompok yang menjadi penentang ‘Ali ini memandang bahwa ‘Ali telah berbuat salah dan berdosa. Bukan hanya ‘Ali saja melainkan semua orang yang setuju dengan arbitrase ini yaitu Muawiyah, Amr bin Ash, Musa al-Asy’ari dan lainnya dianggap kafir dan murtad, mereka pantas dibunuh. Karena semboyan mereka “Laa hukma illa lillah” (tiada hukum selain hukum Allah).

Lambat laun kaum khawarij pecah menjadi beberapa sekte. Karena perbedaan dalam konsep kafir, dipandang kafir tidak hanya orang yang menetapkan hukum dengan al-Quran tapi juga yang berbuat dosa besar. Menimbulkan pertanyaan Masihkan mukmin atau sudah kafir karena bertbuat dosa besar itu? Persoalan ini menimbulkan tiga aliran teologi yaitu khawarij, Murji’ah dan Mu’tazilah. Persoalan yang seharusnya sarat akan politik akhirnya membawa pada timbulnya persoalan teologi.

Pandangan kaum khawarij tentang orang berdosa besar masihkan mukmin atau kafir menyebabkan timbulnya berbagai golongan di kalangan khawarij. Kaum Khawarij yang umumnya terdiri dari orang Badawi yang hidup dipadang  pasir tandus sehingga mereka hidup sederhana dalam cara hidup dan pemikiran. Sehingga ajaran-ajaran Islam dalam al-quran dan hadis mereka artikan menurut lafadznya dan harus dilaksanakan sepenuhnya. Iman yang tebal tapi sempit ditambah sikap fanatik menjadikan mereka tidak mentolerir penyimpangan terhadap ajaran Islam walau hanya penyimpangan kecil.

  1. Sekte Kaum Khawarij

Terjadinya perpecahan dalam beberapa sekte dalam kaum Khawarij, didasarkan perselisihan dalam pemikiran. Menurut al-Syahrastani, mereka terpecah menjadi 18 subsekte dan menurut al-Baghdadi 20 subsekte dan menurut al-‘Asy’ari jumlah subsekte lebih besar lagi.

  1. Al-Muhakkimah

Golongan Khawarij asli terdiri dari pengikut ‘Ali pada awalnya disebut al-Muhakkimah. Bagi mereka ‘Ali, Mu’awiyah, Amr bin Ash, Abu Musa al-Asy’ari dan semua orang yang menyetujui arnitrase bersalah dan kafir. Selanjutnya hukum kafir ini diluaskan sehingga yang termasuk didalamnya tiap orang yang berbuat dosa besar seperti zina dan membunuh.

  1. Al-Azariqah

Terletak diperbatasan Irak dengan Iran dan menurut al-Baghdadi pengikutnya berjumlah 20 ribu orang. Khalifah yang mereka pilih adalah Nafi’ ibn al-Azraq yang diberi gelar Amir al-Mu’min. Subsekte ini lebih radikal dari al-Muhakkimah, mereka tidak memakai term kafir tapi musyrik. Yang dianggap musyrik disini adalah orang Islam yang tidak sepaham dengan mereka. Bahkan anak dan istri orang yang tak sepaham boleh ditawan dan dijadikan budak atau dibunuh. Menurut paham subsekte ini yang sebenarnya Islam hanyalah mereka, sedang kaum diluar lingkungan mereka disebut kaum musyrik.

  1. Al-Najdat

Najdah Ibn ‘Amir al-Hanafi dari Yamamah mulanya ingin bergabung dengan gol. Al-Azariqah. Namun, mereka bertemu pengikut Nafi’ al-Azariqah yang tidak sependapat bahwa orang Azraqi yang tidak mau hijrah ke lingkungannya disebut musyrik. Begitu juga yang tidak setuju tentang boleh dan halal membunuh anak istri orang Islam yang tak sepaham dengan mereka. Sehingga pengikut Najdah dan pengikut Nafi’ yang memisahkan diri bersepakat memilih Najdah Ibn ‘Amir al-Hanafi sebagai Imam mereka.

Mereka berpendapat bahwa orang yang berdosa besar menjadi kafir dan kekal dalam neraka hanya orang yang tak sepaham dengan mereka. Jika pengikutnya melakukan dosa besar akan mendapat siksa tapi bukan di neraka dan kemudian masuk surga. Dosa kecil baginya kan menjadi dosa besar jika dilakukan terus menerus dan akan menjadi musyrik. Mereka berpendapat bahwa yang diwajibkan bagi tiap muslim ialah mengetahui Allah dan RasulNya, haram membunuh orang Islam dan percaya yang diwahyukan Allah kepada RasulNya. Orang Islam disini ialah pengikut Najdah, selain itu tidak diwajibkan mengetahui.

Dalam kalangan Khawarij, golongan inilah yang pertama membawa faham taqiah yaitu merahasiakan dan tidak menyatakan keyakinan untuk keamanan. Jadi seseorang boleh mengucap, melakukan yang menunjukan bahwa secara lahirnya bukan orang Islam, tapi pada hakikatnya tetap menganut Islam. Namun, ada pengikut yang tidak sependapat dengan semua pendapat itu, sehingga mereka memisahkan diri dan melakukan perlawanan.

  1. Al-Ajaridah

Mereka adalah pengikut ‘Abd al-karim Ibn ‘Ajrad yang menurut al-Syahrastani merupakan salah satu teman dari ‘Atiah al Hanafi. Kaum ini lebih bersifat lunak karena pemahaman mereka berhijrah bukanlah suatu kewajiban sebagaimana Al-Azariqah dan Al-Najdat tetapi hanya merupakan kebajikan. Disamping itu yang boleh dijadikan rampasan perang hanya harta orang yang telah mati terbunuh dan juga berpendapat bahwa anak kecil tidak bersalah. Dan mereka tidak mengakui Surat Yusuf sebagai bagian dari al-Quran. Golongan ini terpecah menjadi golongan kecil yang lain seperti golongan al-Maimuniah dan al-Hamziah, yang menganut paham qadariah, tetapi golongan al-Hazimiah dan golongan Syu’aibah menganut paham sebaliknya.

  1. Al-Sufriah

Pemimpinnya adalah Ziad Ibn Al-Asfar, dalam pemahaman mereka dekat dengan golongan al-Azariqah. mereka berpendapat orang Sufriah yang tidak berhijrah tidak dipandang kafir, dan anak kaum musyrik tidak dibunuh. Dan tidak semua berpendapat bahwa orang yang berbuat dosa besar menjadi musyrik. Daerah golongan Islam yang tak sepaham bukan daerah yang harus diperangi yang diperangi hanya pemerintahannya sedang anak dan perempuan tidak boleh dijadikan tawanan.  Taqiah hanya boleh dalam bentuk perkataan dan tidak dalam perbuatan. Bahkan untuk keamanan dirinya perempuan boleh kawin dengan lelaki kafir.

  1. Al-Ibadiah

Golongan ini merupakan golongan yang paling moderat dari kaum Khawarij. Namanya diambil dari ‘Abdullah ibn Ibad tahun 668 M memisahkan diri dari golongan al-Azariqah. Paham moderat ini dilihat dari pemikiran bahwa orang Islam yan tak sepaham bukanlah orang mukmin dan musyrik tapi kafir sehingga boleh diadakan pernikahan, hubunga waris dan haram membunuh mereka. Orang Islam yang berbuat dosa besar adalah muwahhid yang meng-Esakan Tuhan tetapi bukan mukmin dan bukan kafir agama sehingga tidak membuat keluar dari agama Islam. Dalam harta rampasan perang, yang diperbolehkan hanya kuda dan emas sedang perak harus dikembalikan.

Golongan ini tidak mau turut dengan golongan al-Azariqah dalam melawan pemerintahan Dinasti Bani Umayyah, bahkan punya hubungan baik dengan Khalifah ‘Abd al-Malik Ibn Marwan. Perpecahan pemikiran sehingga menghancurkan golongan Khawarij, dan satu-satunya yang masih bertahan sampai saat ini adalah golongan al-Ibadiah.

  1. Pokok Pemikiran Kaum Khawarij

Dalam perkembangannya, para ulama ahli Aqidah dan Tarikh telah meringkas pokok-pokok ajaran Khawarij sebagai berikut.

  1. Ali bin Abi Thalib, Utsman, dan para pengikut Perang Jamal, serta mereka yang setuju dengan adanya perundingan antara Ali dan Muawiyah dihukum kafir oleh kaum Khawarij.
  2. Setiap umat Muhammad yang berbuat dosa besar dan hingga meninggal belum bertobat, mereka dianggap mati kafir dan kekal di dalam neraka.
  3. Diperbolehkan tidak mengikuti dan tidak menaati aturan-aturan seorang kepala negara (khalifah) yang dzalim dan penghianat.
  4. Tidak ada hukum selain yang bersumber dari al-Quran (mereka menolak hadits).
  5. Anak-anak orang kafir yang mati sebelum baligh tetap masuk neraka, karena dihukumi kafir seperti induknya.
  6. Semua dosa adalah besar, tidak ada dosa yang kecil.
  7. Ibadah termasuk rukun Iman.
  8. Siti Aisyah (isteri Rasulullah ) terkutuk karena Perang Jamal melawan Ali bin Abi Thalib.
  9. Ali bin Abi Thalib tidak sah menjadi khalifah setelah tahkim dan lain-lain.
  1. Komentar

Keimanan yang kuat yang sangat mengedepankan agama. Namun tidak diikuti dengan amalan yang baik. Sikap saling tuduh “KAFIR” terhadap sesama orang muslim. Padahal di al-Quran dijelaskan bahwa orang yang menjuluki saudaranya kafir maka sesungguhnya dialah yang zalim. Pemikiran khawarij yang mengagungkan kelompoknya dimana tidak seorang pun selain kelompoknya yang beragama Islam.

Saya tidak sependapat dengan pemikiran-pemikiran kelompok ini, mengenai anak orang kafir yang kemudian dihukumi kafir, padahal seorang anak yang lahir oleh Islam masih dihukumi fitrah tanpa dosa sedikit pun. Sangat tidak mungkin jika kita melakukan kesalahan kecil maka dihukumi dosa besar dan yang orang yang melakukan dosa besar akan kekal di neraka. Ketidaksetujuan pemikiran tentang landasan hukum yang tidak mempercayai as-Sunnah, padahal Nabi menganjurkan agar tidak tersesat dalam menetapkan hokum Islam harus menggunakan As-Sunnah.

  1. Referensi

Nasution. Harun. 1986. Teologi Islam: aliran-aliran, sejarah analisa dan perbandingan. Jakarta: Universitas Indonesia (UI Press).

http://swaramuslim.net/islam/more.php?id=2456_0_4_0_M didownload tgl 1 April 2010

http://wahdahsamarinda.wordpress.com/about/ didownload tgl 1 April 2010

About these ads

~ oleh mfstudent pada Mei 6, 2010.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: